Sumber: Google Gambar |
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته
Blog Bang Jal || Dalam islam, berwudhu sudah tidak asing lagi untuk
dikemukakan. Namun biarpun demikian, masih banyak dari kalangan orang islam
yang belum mengetahui fadhilah atau kelebihan-kelebihan dari berwudhu itu
sendiri. Disini saya akan membahas beberapa faedah air sembahyang dalam
kehidupan kita sehari-hari dan sebagai referensinya kali ini saya mengambil
kitab arab melayu "Jam'u Jawami'k" yang dikarang oleh ulama
Aceh dulu.
Sebelum itu, saya akan membahas sedikit tentang
kegunaan air sembahyang. Tentu saja untuk merafa'/menghilangkan hadas kecil
dari tubuh kita dan juga syarat wajib untuk melaksanakan ibadah shalat baik itu
shalat fardhu maupun shalat sunat. Mengenai tentang hadas, ia terbagi kepada
dua macam yaitu hadas kecil dan hadas besar. Hadas kecil termasuk diantaranya
tidak memiliki air wudhu, artinya apabila tubuh kita tidak memiliki air
sembahyang berarti kita dalam keadaan berhadas kecil, apabila sesuatu yang
keluar daripada dua jalan yakni dubur dan qubul (Kemaluan). Sedangkan hadas
besar seperti keluar mani, wanita yang berhaidh, nifas, wiladah dan melakukan
hubungan intim, untuk menyucikan tubuh dari hadas besar tidak memada dengan
berwudhu, ia mesti dengan mandi wajib. Namun walaupun seperti itu, sunnat oleh
kita untuk berwudhu' dulu sebelum mandi wajib.
Apa itu hadas ? Hadas adalah sesuatu yang dapat menegah/menghambat
kita untuk melakukan ibadah. Begitulah sekilas tentang kegunaan air sembahyang
dan hadas, untuk lebih lengkapnya silahkan bertanya kepada orang-orang 'alim
yang anda yakin sudah mantap ilmunya. Sekarang kita langsung ke inti dari
tujuan artikel ini yaitu :
Faedah/Kelebihan Berwudhu'
Banyak sekali faedah untuk kita yang memelihara wudhu
dalam kehidupan kita, dalam kitab "Jam'u Jawami'k" ini hanya
beberapa dari sekian banyak fadhilah air sembahyang, sedangkan dalam kitab "Sirus
Salikin" dibahas lebih banyak. Silahkan simak kelebihan wudhu' dibawah
ini yang diambil langsung dari hadist nabi :
- Barangsiapa mengambil air sembahyang karena hendak sembahyang dan melakukannya dengan sempurna, niscaya terhapus segala dosa kecil yang pernah ia lakukan. Ingat !!! Ini hanya untuk menghapus dosa kecil saja, untuk menghapus dosa besar harus bertobat dengan taubat nasuha (Benar-benar menyesal atas dosa yang telah dikerjakan dan tidak akan pernah mengulanginya lagi).
- Apabila seorang laki-laki atau perempuan berwudhu’ dengan sempurna yakni sempurna rukun dan syaratnya, setelah berwudhu’ kemudian mereka membaca surat Al-Qadar satu kali. Allah Swt akan memberikan mereka setiap dari satu huruf itu seratus derajat dan Allah juga menjadikan setiap titik air wudhu yang menetes itu satu malaikat yang memohon ampun kepada orang yang berwudhu hingga hari kiamat. (H.R. Abi Hurairah ra).
- Pada riwayat yang lain Nabi juga bersabda, barangsiapa membaca surat Al-Qadar disaat selesai berwudhu satu kali, Allah memberikannya pahala seperti orang yang puasa pada siang hari dan malamnya melakukan shalat tahajjud selama 50 tahun. Untuk orang yang membaca surat Al-Qadar dua kali, Allah memberikan pahala kepadanya seperti pahala nabi Ibrahim as dan nabi Musa as. Barangsiapa yang membaca surat Al-Qadar tiga kali, dibukakan oleh Allah kepadanya semua pintu surga dan ia dipersilakan masuk kepada surga mana yang ia kehendaki dengan tiada dihisab dan juga tiada diazab.
Sumber: Google Gambar |
- Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna kemudian mendirikan sembahyang, maka dia telah keluar daripada kesalahan (dosanya) seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. Dosa yang dimaksudkan adalah dosa yang kecil.
- Barangsiapa yang berwudlu karena hendak tidur, jika ia mati dalam tidurnya maka Allah akan memberi pahala syahid kepadanya.
- Barangsiapa yang tidur dalam keadaan berwudhu, maka ruhnya akan dinaikkan kepada ‘Arasy dan mimpi yang dimimpikannya adalah nyata terjadi, tetapi bila seseorang tidur dengan tiada berwudhu maka mimpi itu bukan mimpi yang nyata.
- Orang yang bersuci (berwudhu) ketika hendak tidur itu pahalanya sama seperti orang yang berpuasa dan mendirikan sembahyang Tahajjud.
- Barangsiapa yang mengambil air sembahyang diatas air sembahyang yakni wudhu yang baru, niscaya baginya sepuluh kebajikan. Tajdid Wudhu/wudhu yang baru artinya apabila seseorang mengambil wudhu pertamanya untuk melakukan shalat fardhu lantas ia masih dalam wudhu yang pertama tadi yakni tidak berhadas. Lalu ia mengambil air sembahyang yang kedua. Apabila belum melakukan sembahyang dengan wudhu yang pertama tadi, maka tiada sunat untuk melakukan tajdid wudhu. Itulah yang dinamakan tajdid wudhu.
- Tidak sahlah sembahyang seseorang jika tidak berwudhu dan tidak sempurnalah wudhu seseorang apabila tidak menyebut nama Allah yakni mengucap “Bismillahir Rahmanir Rahim” pada permulaannya.
- Asal wudhu itu hanya sekali basuh pada setiap anggota wudhu. Apabila dibasuh dua kali pada setiap anggota, maka digandakan pahala baginya oleh Allah Swt. Jika dibasuh tiga kali pada setiap anggota wudhu, maka itulah wudhu’nya para nabi dan rasul.
- Bahwasanya hamba yang beriman apabila selesai berwudhu kemudian membaca :
سبحنك اللهم و بحمدك اشهد ان لآ اله الا انت استغفرك واتوب اليك
Maka dimaterai (diberi
label/cap) kepadanya dengan stempel kebajikan kemudian dibawa ke bawah ‘Arasy
untuk disimpan, nanti pada hari kiamat akan diberikan kepada orang yang
mengamalkan hadis ini.
Apabila kamu selesai berwudhu, maka bacalah
doa ini :
اشهد ان لآ اله الا الله وحده
لا شريك له, واشهد ان محمدا عبده ورسوله
(H.R. Saidina Umar ra)
Pada riwayat yang lain
ditambah,
اللهم اجعلني من التوابين واجعلني المتطهرين واجعلني من عبادك
الصالحين, سبحنك اللهم و بحمدك اشهد ان لآاله الا انت استغفرك واتوب اليك
Dibukakan oleh Allh Swt.
semua pintu surga dan dipersilahkan untuk dia masuki surga mana yang dia
kehendaki.
Barangsiapa yang membaca ayat
kursi pada ketika selesai daripada berwudhu, maka diberikan oleh Allah
kepadanya pahala 40 orang ‘alim dan dinaikkan 40 derajat (pangkat) baginya dan
dikawinkan oleh Allah untuknya 40 bidadari di dalam surga nanti.
- Apabila seseorang mengambil air sembahyang dan dia berkumur-kumur serta memasukkan air kedalam hidungnya, maka diampunkan dosa mulut dan hidungnya seiring dengan keluarnya air tadi. Kemudian membasuh mukanya seperti yang diperintahkan oleh Allah, maka diampunkan dosa yang disebabkan oleh wajahnya tersebut. Kemudian membasuh dua tangan hingga dua sikunya seperti yang disuruh oleh Allah, maka dihapus segala dosa yang ada pada kedua tangannya. Kemudian membasuh kepalanya seperti yang dititahkan oleh Allah Swt. maka diampunkan dosa yang ada pada kepala hingga ujung rambutnya. Kemudian membasuh dua kaki hingga dua mata kakinya, maka dihapuskan oleh Allah Swt. akan dosa yang ada pada kedua kaki hingga ujung jari kakinya. Dosa yang dimaksudkan adalah dosa yang kecil. (Hadis yang satu ini hanya saya tuliskan setengah saja, karena ada kalimat yang tidak saya pahami didalam hadis tersebut).
Berikut ini adalah sebuah cerita dari Khalid
bin Hamid ra tentang seorang wanita yang merasakan keutamaan/kelebihan dari
berwudhu :
Alkisah hiduplah seorang perempuan pada masa
nabi Isa as, pekerjaan wanita itu sehari-hari sebagai pembuat/membakar roti.
Pada saat mendengarkan suara azan dikumandangkan, maka segera ia meninggalkan
roti dalam tempat pembakarannya (pembakar roti) dan bergegas untuk melaksanakan
sembahyang. Syaitan yang melihat kejadian ini tidak bisa tinggal diam, syaitan
itu lalu merubah wujudnya seperti rupa seorang perempuan dan menegah perempuan
tadi untuk menunaikan sembahyang seraya berkata “Rotimu hangus dalam tempat
pembakarannya”. Dengan lantang dan tegas perempuan yang hendak sembahyang itu
menjawabnya “Tuhan yang aku sembah (Allah) lebih penting bagiku daripada roti
itu”. Lalu perempuan itupun melakukan sembahyang dengan tanpa menghiraukan
rotinya.
Maka syaitan pergi berlalu dalam keadaan putus
asa, lalu syaitan itu mendekati anak perempuan tadi yang masih kecil, diambil
oleh syaitan akan anak itu dan ditempatkan pada tempat pembakaran roti. Maka
datanglah suaminya dan melihat anaknya didalam tempat pembakaran roti sedang
duduk bermain-main dengan bara api. Lalu suaminya pergi menemui nabi Isa as
dengan tiada menghiraukan anaknya, lantas menceritakan kejadian yang dia alami
kepada nabi Isa as. Maka bersabda nabi Isa as. “Bawakan kepadaku anakmu yang
sedang bermain diatas tungku itu dengan api supaya aku melihatnya !”. Begitu
titah nabi Isa kepada sisuami. Tanpa bertanya lagi, sang suamipun mengambil
anaknya beserta tempat pembakaran roti itu lalu dibawa kehadapan nabi Isa as.
Maka dilihatlah oleh nabi Isa akan anak itu
sedang bermain-main pada tempat pembakaran roti dengan bara api dan tanpa
terbakar. Tiba-tiba pada tungku itu tumbuh pohon Delima dan
langsung berbuah. Anak kecil yang bermain dengan bara api tadi langsung memetik
buahnya dan memakannya dengan lahap. Tiba-tiba bara api itu ‘Aqiq dan Lu’lu’,
bermain anak tersebut dengan‘Aqiq dan Lu’lu’ itu.
Lalu nabi Isa berkata kepada sang suami,
“Bawalah istrimu kehadapanku !”. Suami itupun membawa istrinya kehadapan nabi
Isa as. Kemudian nabi Isa as bertanya kepada perempuan tersebut, “Apa yang
menyebabkan kamu dimuliankan dengan kemuliaan ini ?”. Maka menjawab perempuan
itu, “Ya Ruhullah, pada masa berakalku (hidupku), aku memelihara (mengamalkan)
tiga perkara. Pertama, tubuhku selalu dalam keadaan berwudhu. Kedua, aku
menilik kepada orang yang mati dan datang kepada mereka itu oleh orang yang
hidup, ditanggung akan mereka itu, maka aku ditanggung pula akan barang yang
datang daripada makhluk daripada menyakitinya. Ketiga, apabila ada manusia yang
meminta tolong kepadaku dan aku sanggup menolongnya, maka aku menolongnya
karena mengharap ridha dari Allah.
Setelah mendengar penjelasan dari perempuan
tersebut, bersabdalah nabi Isa. “Inilah perilaku segala nabi” dan jikalau ini
perempuan dan laki-laki, aku naik saksi bahwasanya ia nabi tetapi tidak ada Nubuwah
bagi perempuan. Ya Allah, berikanlah kami taufiq dan hidayahmu, amin.
Seperti itulah beberapa keutamaan berwudhu yang
dikhabarkan langsung oleh nabi Muhamman Saw. dan saya akhiri dengan sebuah
cerita tentang kelebihan mengekalkan diri dalam keadaan berwudhu. Seperti
biasa, bahwa saya menuliskan semua hadis ini sesuai dengan pemahaman saya. Jika
saya tuliskan langsung seperti makna yang tertulis dalam kitab, maka akan
sedikit kesulitan dalam memahaminya. Bila ada kesalahan dan kejanggalan mohon
segera dikritik pada kolom komentar agar dengan segera saya memperbaikinya.
Cukup sekian dulu dari keutamaan dan kelebihan
berwudhu’ ini, mudah-mudahan dapat diambil hikmah dan pengajarannya,
terimakasih dan wassalam.
Tag, faedah
berwudlu, wudhlu, wudhlu’, wudu. Wudlhu, wudhlu’, wuhdu’, wuhdu, air
sembahyang, tokoh-tokoh islam, syarat sah sembahyang, sunat-sunat berwudu,
kewajiban berwudu’, kisah keutamaan wudhu, isi kita siras salikin, kitab lapan,
8, doa berwudlu, doa setelah berwuldu, adab-adab, hikayat, kelebihan, fadhilat,
fadilah, fadhilah, fadilat, kelebihan, khasiat, kasiat wudhu.
3 Apa Komentar Anda ?
Berwudlu memang memailik banyak fadhilah ya, selain untuk bersuci secara lahir, tetapi wudlu memiliki banyak kandungan yang tersimpan
iya mas :)
makasih udah mampir
memang banyak.ya keutamaan dari berwudhu,,, jangan lupa komen back nya ya di ronalsf.blogspot.com
Terimakasih telah berkunjung.
Komentarlah yang sesuai dengan pembahasan.
Anda juga bisa memberikan kritik, saran dan masukan lainnya.
Dilarang keras membagikan link pada komentar !!!
DIMOHONKAN untuk menuliskan keyword tentang artikel pada komentar !!!
Terimakasih !!!